Powered By Blogger

Selasa, 18 Januari 2011

sabar aja dik aku

adik udah sabar aja jangan sampe kamu keluar dari assalaam betah* in aja tinggal di assalaam jangan sampe adik pindah iya dari asslaam soal kalau adik pindah dari assalaam nanti kakak kesepian donks terus gk ada lagi teman cerita lagi terus gk ada lagi teman buwat bercanda lagi nih.
terus kalau seumpama adik jadi incaran amen nanti kakak bilangin sama mbak amen nya supaya adik jangan jadi inceran lagi soal nya kk kasian sama adik kalau di gitu in terus kan adik juga butuh kebebasan sama mereka yang rasakan...
dik kalau bisa jangan sampe pindah dari assalaam terus jadilah wisudawati di assalaam jangan sampe ngecewain ortu adik lagi....



Labirin-Nya
Jika hati merengkuh mimpi,
Seluruh jiwa meranggas menyuguhkan senyum.
Jika angan melanglang buana,
Gejolak jiwa mengepal bara.
Emosi meluap,
Menelusuri setiap bait cerita tak berujung.
Hati…
Angan…
Jiwa…
dan Emosi
mencari jejak malaikat maut
di labirin kehidupan rekaan-Nya

Sketsa wajah goresan pensil warna,
Menyeretku ke gerbang mimpian,
Melayang jauh ke masa silam dulu,
Ketika tubuhmu luruh,
Jiwakupun sa’at itu terbang,
Seiring kepak burung camar yang terbang,
Wangi cintamu membiusku hingga hilang akal,
Aku mengigil karena terbakar,
Namun, deburan ombak memisahkan kita,
Kerap kupanggili namamu,
Meski lewat helaan nafas yang kadang sulit & dalam,
O…Angin tolong bawa aku terbang,
Bawa aku melayang jauh mengembara,
Jauh melewati batas angan & impian yang durja,
Agar aku dapat terus bermimpi dan berkhayal,
Menemukan cinta dalam sebuah Sketsa ,
Sketsa wajah yang mulai usang,
Digilas cuaca dan usia,
Waktu seakan tertatih namun terus berputar,
Namun sketsa wajah itu lekat tak pernah hilang,
Untuk membuktikan bahwa cintaku kekal abadi,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar